Portofolio Proyek Bore Pile di Magelang
Pengalaman portofolio proyek bore pile di magelang yang dikerjakan PT. Jowo Land Construction. Jika Anda sedang mencari jasa bore pile magelang hubungi 0852-8074-9218.
Pengalaman portofolio proyek bore pile di magelang yang dikerjakan PT. Jowo Land Construction. Jika Anda sedang mencari jasa bore pile magelang hubungi 0852-8074-9218.
Kondisi Geografis, Topografi, dan Geologi Wilayah Magelang
Kota Magelang terletak antara 110°1’30” - 110°1’52” BT (Bujur Timur) dan 7°2’18” - 7°3’9” LS (Lintang Selatan), di tengah-tengah Kabupaten Magelang dan berbatasan secara langsung pada bagian utara dengan Kecamatan Tegalrejo, bagian selatan dengan Kecamatan Mertoyudan, dan bagian barat berbatasan langsung dengan Kecamatan Bandongan. Secara administratif Kota Magelang terbagi atas 3 (tiga) kecamatan dan 17 (tujuh belas) kelurahan dengan luas wilayah sebesar 1.856 Ha. Berdasarkan konstelasi wilayahnya, Kota Magelang merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Gelangmanggung (Kab. Magelang, Kota Magelang, Kab. Temanggung). Kota Magelang juga berada pada persilangan jalur transportasi utama di Jawa Tengah, yang menghubungkan antara Semarang-Magelang-Yogyakarta dan Purworejo- Magelang-Temanggung. Selain itu, Kota Magelang juga berada pada persimpangan jalur pariwisata lokal, regional, dan nasional yakni Yogyakarta-Borobudur-Kopeng-Ketep Pass-dan Dataran Tinggi Dieng.
Secara topografi dan fisiografis, Kota Magelang merupakan wilayah dataran yang di kelilingi oleh Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro dan Sumbing, Pegunungan Gianti, Menoreh, Andong dan Telomoyo. Kota Magelang termasuk dataran rendah dengan sudut kemiringan relatif bervariasi. Morfologi pendataran antar gunung api, medannya landai, berelief sedang-halus. Dilihat dari ketinggian-nya, Kota Magelang berada di antara 375–500 mdpl dengan titik ketinggian tertinggi pada Gunung Tidar yaitu 503 mdpl dengan kemiringan hingga 30–40%. Kemiringan topografi Kota Magelang yang terjal di bagian barat (sepanjang Sungai Progo) dan di sebelah timur (di sekitar Sungai Elo) sampai dengan kemiringan 15- 30%. Disekitar daerah timur kompleks AKMIL ke Utara hingga daerah di sekitar RSJ Magelang, dengan kemiringan 2– 5%.Secara topografi dan fisiografis, Kota Magelang merupakan wilayah dataran yang di kelilingi oleh Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro dan Sumbing, Pegunungan Gianti, Menoreh, Andong dan Telomoyo. Kota Magelang termasuk dataran rendah dengan sudut kemiringan relatif bervariasi. Morfologi pendataran antar gunung api, medannya landai, berelief sedang-halus. Dilihat dari ketinggian-nya, Kota Magelang berada di antara 375–500 mdpl dengan titik ketinggian tertinggi pada Gunung Tidar yaitu 503 mdpl dengan kemiringan hingga 30–40%. Kemiringan topografi Kota Magelang yang terjal di bagian barat (sepanjang Sungai Progo) dan di sebelah timur (di sekitar Sungai Elo) sampai dengan kemiringan 15- 30%. Disekitar daerah timur kompleks AKMIL ke Utara hingga daerah di sekitar RSJ Magelang, dengan kemiringan 2– 5%.
Struktur dan karakteristik geologi Kota Magelang berupa dataran alluvium yang tersebar sampai di bagian selatan dan tempat-tempat di pinggir Sungai Progo dan Sungai Elo. Dataran ini tersusun oleh batuan hasil rombakan bebatuan yang lebih tua, yang bersifat lepas. Kondisi geologi Kota Magelang juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaannya di tengah wilayah Kabupaten Magelang, dimana secara umum wilayah tersebut tersusun dari 4 formasi batuan, yaitu batuan sedimen (berupa formasi andesit tua yang terdiri dari breksi, andesit, tufa, tufa lapili, anglomerat dan lava andesit), batuan gunung api (berupa material yang dihasilkan gunung api yang terdiri dari breaksi piroklastik, lelehan lava, batuan pasir tufaan dan lahar), batuan beku trobosan (berupa andesit dan desit) serta batuan endapan alluvial (berupa material lepas terdiri dari kerakal, kerikil, pasir lanau, lumpur dan lempung disepanjang tepian sungai-sungai besar seperti sungai Progo dan Elo). Dalam klasifikasi tersebut, formasi batuan di Kota Magelang.
Portofolio Proyek Bore Pile di Magelang
1. Pembangunan Gedung Gym & Lapangan Padel di Perumahan Bhumi Prayudan, Mertoyudan
Kami menangani pekerjaan bore pile untuk pembangunan gedung gym dan lapangan padel di kawasan Perumahan Bhumi Prayudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Proyek yang kami kerjakan pada tahun 2026 ini merupakan proyek pembangunan milik PADELLICIOUS PROJECT MAGELANG dengan NAFWORKS sebagai konsultan proyek.
Pekerjaan bore pile yang kami tangani memiliki total 140 titik, dengan spesifikasi diameter 30 cm dan kedalaman 8 meter per titik. Untuk pelaksanaan pekerjaan, kami menggunakan metode mesin mini crane dry boring.
Dengan jumlah dan kedalaman tersebut, total panjang pengeboran yang kami kerjakan mencapai:
140 titik × 8 meter = 1.120 meter pengeboran
Kami menargetkan pekerjaan bore pile ini dapat diselesaikan dalam waktu 2 minggu, dengan menyesuaikan proses pelaksanaan terhadap kondisi akses dan karakteristik tanah di lokasi proyek.
Ringkasan Proyek
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Nama Proyek | Pembangunan Gedung Gym & Lapangan Padel |
| Lokasi | Perumahan Bhumi Prayudan, Kec. Mertoyudan, Kab. Magelang |
| Owner | PADELLICIOUS PROJECT MAGELANG |
| Konsultan | NAFWORKS |
| Tahun Proyek | 2026 |
| Jenis Pekerjaan | Bore Pile |
| Jumlah Titik | 140 titik |
| Diameter Bore Pile | 30 cm |
| Kedalaman | 8 meter per titik |
| Total Pengeboran | 1.120 meter |
| Metode | Mesin Mini Crane Dry Boring |
| Target Pekerjaan | 2 minggu |

Setiap proyek memiliki kondisi lapangan yang berbeda.
Pada proyek pembangunan gedung gym dan lapangan padel ini, kami tidak hanya menghadapi pekerjaan dengan jumlah 140 titik bore pile, tetapi juga harus menyesuaikan pelaksanaan terhadap kondisi lokasi proyek yang berada di kawasan padat.
Akses menuju lokasi mengharuskan kami masuk melalui cluster di area perumahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan metode dan peralatan yang kami gunakan.
Kami perlu memastikan proses mobilisasi alat dapat dilakukan dengan mempertimbangkan akses menuju area proyek, ruang manuver dan kondisi lingkungan sekitar.
Dalam kondisi seperti ini, pemilihan alat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan pengeboran.
Bagi kami, alat juga harus memungkinkan untuk:
- Masuk menuju lokasi proyek.
- Bermanuver di area kerja.
- Mendukung produktivitas pekerjaan.
- Menyesuaikan dengan ruang yang tersedia.
- Melaksanakan pekerjaan sesuai target proyek.
Karena itulah, kami menggunakan mesin mini crane dengan metode dry boring untuk pekerjaan bore pile pada proyek ini.

Salah satu tantangan utama yang kami hadapi adalah kondisi proyek yang berada di lingkungan perumahan.
Pekerjaan konstruksi di kawasan padat memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan pekerjaan di lahan terbuka.
Pada proyek ini, kami harus memperhatikan akses masuk menuju cluster perumahan sebelum alat dapat mencapai area kerja.
Ruang yang tersedia untuk mobilisasi dan pergerakan alat juga perlu menjadi bagian dari perencanaan pekerjaan.
Kami tidak dapat hanya berfokus pada spesifikasi bore pile.
Kami juga perlu memikirkan bagaimana:
Alat masuk → alat ditempatkan → alat berpindah dari titik ke titik → pekerjaan berjalan → mobilisasi tetap terkendali
Pendekatan ini membantu kami menyusun pelaksanaan pekerjaan dengan lebih realistis berdasarkan kondisi lapangan.
Kondisi Tanah yang Kami Hadapi
Selain kondisi akses, karakteristik tanah di lokasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan.
Berdasarkan kondisi yang kami temui selama pekerjaan, lapisan tanah bagian atas hingga kedalaman sekitar 4 meter memiliki karakteristik tanah yang lebih lunak.
Setelah kedalaman tersebut, kondisi tanah berubah menjadi lapisan berpasir dengan material berbatu.
Perubahan karakteristik tanah ini memberikan pengalaman tersendiri dalam proses pengeboran.
Pada lapisan tanah lunak, proses pengeboran memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan ketika mata bor mulai memasuki lapisan tanah berpasir dan berbatu.
Kami perlu memperhatikan perubahan kondisi tersebut selama pekerjaan berlangsung agar proses pengeboran dapat dilakukan secara terkontrol hingga mencapai kedalaman rencana 8 meter.
Bagi kami, kondisi seperti ini menunjukkan mengapa pekerjaan bore pile harus disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
Data perencanaan memberikan arah pekerjaan.
Namun, kondisi tanah yang kami temui selama pelaksanaan tetap menjadi bagian penting dalam pengendalian proses di lapangan.
Kami menggunakan mesin mini crane dengan metode dry boring sebagai metode pelaksanaan pada proyek ini.
Pemilihan metode kami pertimbangkan berdasarkan kombinasi antara kebutuhan pekerjaan dan kondisi lokasi.
Proyek memiliki total 140 titik dengan kedalaman 8 meter per titik dan diameter 30 cm.
Selain itu, lokasi proyek berada di dalam kawasan perumahan dengan akses melalui cluster.
Dalam kondisi tersebut, kami membutuhkan metode dengan peralatan yang dapat mendukung mobilitas pekerjaan secara lebih fleksibel.
Mesin mini crane memungkinkan kami mengatur pergerakan peralatan dari satu titik ke titik berikutnya sesuai dengan area kerja yang tersedia.
Namun, bagi kami, penggunaan mini crane bukan sekadar pilihan alat.
Kami melihat metode ini sebagai bagian dari strategi pelaksanaan:
Akses lokasi → Mobilisasi alat → Pengaturan titik → Pengeboran → Pengendalian kedalaman → Perpindahan ke titik berikutnya
Dengan pengaturan tersebut, kami dapat menjalankan pekerjaan secara bertahap sesuai urutan yang telah direncanakan.
2. Pembangunan Gedung Laboratorium UNTIDAR Magelang
Pada tahun 2026, kami mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan jasa bore pile pada proyek pembangunan Gedung Laboratorium Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang.
Pekerjaan ini berlokasi di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kabupaten Magelang. Dalam pekerjaan tersebut, kami mengerjakan pengeboran pondasi sebanyak 10 titik dengan diameter 60 cm dan kedalaman 16 meter per titik menggunakan metode mesin mini crane wash boring.
Dengan karakteristik tanah yang cukup keras pada kedalaman tertentu serta kondisi akses menuju area pengeboran yang tidak mudah, pekerjaan ini membutuhkan perencanaan mobilisasi dan pelaksanaan pengeboran yang terkontrol.
Data Pekerjaan Bore Pile
| Item | Spesifikasi |
|---|---|
| Proyek | Pembangunan Gedung Laboratorium UNTIDAR Magelang |
| Klien/Owner | Universitas Tidar |
| Lokasi | Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kabupaten Magelang |
| Jumlah titik | 10 titik |
| Diameter bore pile | 60 cm |
| Kedalaman | 16 meter/titik |
| Metode | Mesin Mini Crane Wash Boring |
| Tahun | 2026 |
| Target pekerjaan | 5 hari kerja |
Secara keseluruhan, volume pengeboran yang kami kerjakan mencapai sekitar 160 meter pengeboran, berdasarkan 10 titik dengan kedalaman masing-masing 16 meter.
Kondisi Tanah dan Karakteristik Lapisan
Salah satu informasi penting dari pekerjaan ini adalah adanya lapisan tanah keras dengan nilai N-SPT 60 pada kedalaman sekitar 6 meter.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu kami perhatikan dalam pelaksanaan pengeboran. Perubahan karakteristik tanah pada kedalaman tertentu dapat memengaruhi proses penetrasi mata bor, kestabilan lubang serta produktivitas pekerjaan.
Karena itu, pekerjaan bore pile tidak hanya berkaitan dengan membuat lubang sesuai diameter dan kedalaman. Kami juga perlu menyesuaikan proses pengeboran dengan kondisi aktual yang ditemui di lapangan.
Pada proyek ini, spesifikasi yang harus dicapai adalah diameter 60 cm dengan kedalaman 16 meter. Dengan target tersebut, setiap titik harus dikerjakan secara terkontrol agar hasil pengeboran sesuai kebutuhan pekerjaan pondasi.
Tantangan Mobilisasi Mesin Mini Crane
Tantangan utama pada proyek pembangunan Gedung Laboratorium UNTIDAR Magelang ini berada pada aspek akses dan mobilisasi alat.
Area titik pengeboran berada pada posisi yang relatif sulit karena lokasi pekerjaan berada di bawah permukaan jalan. Kondisi tersebut membuat proses membawa dan menempatkan alat menuju titik pengeboran membutuhkan perhatian lebih.
Sebelum pengeboran dimulai, kami perlu memperhatikan bagaimana mesin mini crane dapat ditempatkan dan digunakan secara efektif pada area kerja.
Bagi kami, mobilisasi merupakan bagian penting dari pekerjaan bore pile. Alat yang sesuai dengan spesifikasi pekerjaan belum tentu dapat langsung bekerja secara optimal apabila kondisi akses menuju titik pengeboran tidak diperhitungkan sejak awal.
Karena itulah, pemilihan mesin mini crane menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Mengapa Menggunakan Metode Mini Crane Wash Boring?
Pada proyek ini kami menggunakan metode mesin mini crane wash boring.
Mini crane memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas untuk pekerjaan bore pile pada area yang memiliki keterbatasan ruang dan akses dibandingkan penggunaan alat berat berukuran lebih besar.
Sementara metode wash boring memanfaatkan sirkulasi air dalam proses pengeboran untuk membantu proses pemboran dan pengangkutan material hasil pengeboran dari dalam lubang.
Pemilihan metode tersebut kami sesuaikan dengan kondisi pekerjaan, khususnya karakteristik lokasi dan tantangan mobilisasi alat.
Dalam pekerjaan bore pile, menurut kami metode tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan diameter dan kedalaman. Kondisi akses, ruang kerja, karakter tanah dan target waktu penyelesaian juga harus menjadi bagian dari pertimbangan teknis.
Baca selengkapnya di: Pondasi Bore Pile: Pengertian, Jenis, Metode, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengujian
Butuh Jasa Bore Pile untuk Proyek di Magelang?
Jika Agan sedang mempersiapkan proyek pembangunan gedung, fasilitas pendidikan, gudang, rumah tinggal, ruko atau konstruksi lainnya yang membutuhkan pondasi bore pile, kami siap membantu melakukan pembahasan mengenai kebutuhan pekerjaan.
Kami dapat membantu menyesuaikan metode bore pile, diameter, kedalaman dan penggunaan alat berdasarkan kondisi serta kebutuhan proyek.
PT. Jowo Land Construction melayani pekerjaan jasa bore pile dan strauss pile untuk berbagai kebutuhan proyek konstruksi di Magelang dan wilayah lainnya di Jawa–Bali.
Konsultasikan Kebutuhan Proyek Anda
WhatsApp: 0852-8074-9218
Email: info@jowolandborepile.co.id
Sampaikan lokasi proyek, perkiraan jumlah titik, diameter serta kedalaman yang dibutuhkan. Kami akan membantu membahas kebutuhan pekerjaan bore pile berdasarkan kondisi proyek Anda.